Sunday, February 1, 2026

Tugas Terstruktur 13 - Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro (pembuatan tahu)

 

A. Profil Unit Usaha & Diagram Alir Proses

1. Profil Unit Usaha

Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu Karisma

Jenis Usaha: Industri pangan skala kecil
Produk Utama: Tahu putih
Kapasitas Produksi: ± 3.000 potong tahu per bulan
Lokasi: Jl. Pemukiman Industri Kecil Swakerta no.65, Semanan, Kalideres,Kota Jakarta Barat, Jakarta 11850. 

2. Diagram Alir Proses Produksi (Flowchart)

3. Titik Masuk Energi

  • Mesin penggiling kedelai → Energi listrik
  • Kompor perebusan → Energi LPG
  • Lampu penerangan area produksi → Energi Listrik

 

B. Identifikasi Sumber dan Intensitas Energi

1. Jenis dan Sumber Energi

Sumber Energi

Jenis Energi

Keterangan

Listrik PLN

Direct Energy

Digunakan untuk mesin dan lampu

LPG 3 kg

Direct Energy

Digunakan untuk perebusan kedelai

 

2. Estimasi Penggunaan Energi per Bulan

Sumber Energi

Jumlah Pemakaian

Listrik

500 kWh/bulan

LPG

10 tabung LPG 3 kg/bulan

 

C. Perhitungan Dasar (Analisis Kuantitatif)

1. Konversi Energi ke Satuan Mega Joule (MJ)

Faktor konversi:

  • 1 kWh = 3,6 MJ
  • LPG = 46 MJ/kg

Energi Listrik:

500 kWh × 3,6 MJ = 1.800 MJ

Energi LPG:

10 tabung × 3 kg = 30 kg

30 kg × 46 MJ = 1.380 MJ

Total Energi Bulanan:

1.800 MJ + 1.380 MJ = 3.180 MJ

2. Intensitas Energi

Jumlah produksi per bulan = 3.000 potong tahu

Intensitas Energi = 3.180 MJ / 3.000 potong

                  = 1,06 MJ/potong tahu

3. Estimasi Jejak Karbon (Emisi CO₂)

Emisi dari Listrik:

500 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 425 kg CO₂

Emisi dari LPG:

30 kg × 2,9 kg CO₂/kg = 87 kg CO₂

Total Emisi CO₂ per Bulan:

425 + 87 = 512 kg CO₂

D. Analisis Efisiensi dan Rekomendasi

1. Identifikasi Kehilangan Energi (Energy Loss)

Berdasarkan pengamatan dan simulasi proses, ditemukan beberapa potensi pemborosan energi, antara lain:

  • Panas dari tungku perebusan banyak terbuang ke lingkungan karena tidak adanya isolasi panas.
  • Mesin penggiling sering tetap menyala meskipun tidak sedang digunakan (idling).
  • Lampu penerangan tetap menyala pada siang hari meskipun cahaya alami cukup.

2. Rekomendasi Peningkatan Efisiensi Energi

  1. Menambahkan isolasi panas pada tungku perebusan
    Isolasi sederhana dapat mengurangi kehilangan panas sehingga konsumsi LPG menjadi lebih efisien.
  2. Menerapkan prosedur operasi mesin yang disiplin
    Mesin penggiling sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan untuk mengurangi konsumsi listrik yang tidak perlu.
  3. Mengoptimalkan pencahayaan alami
    Mengurangi penggunaan lampu di siang hari dengan memanfaatkan ventilasi dan cahaya matahari.

3. Sumber Data / Bukti

  • Data konsumsi energi berdasarkan simulasi studi kasus industri tahu skala kecil


Kesimpulan

                Berdasarkan hasil audit energi sederhana yang dilakukan pada industri tahu skala kecil dengan menggunakan data simulasi, dapat disimpulkan bahwa proses produksi tahu memanfaatkan dua sumber energi utama, yaitu energi listrik dan energi LPG. Energi listrik digunakan terutama untuk penggilingan kedelai dan penerangan, sedangkan LPG digunakan pada proses perebusan kedelai. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa konsumsi energi total dan intensitas energi per satuan produk masih relatif tinggi, terutama akibat kehilangan energi pada proses perebusan dan kebiasaan pengoperasian peralatan yang kurang efisien.

                Estimasi jejak karbon menunjukkan bahwa penggunaan energi listrik memberikan kontribusi emisi CO₂ yang lebih besar dibandingkan LPG, sehingga upaya penghematan listrik menjadi prioritas utama dalam peningkatan efisiensi energi. Melalui penerapan rekomendasi sederhana seperti penggunaan isolasi panas, pengaturan waktu operasi mesin, dan optimalisasi pencahayaan alami, unit usaha memiliki potensi untuk menurunkan konsumsi energi, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan. Dengan demikian, audit energi sederhana dapat menjadi langkah awal yang efektif bagi industri kecil dalam mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan.

 

Daftar Pustaka

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (2018). Pedoman Audit Energi pada Industri           Kecil dan Menengah (IKM). Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan           Konservasi Energi.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (2017). Studi Efisiensi Energi pada Industri Tahu           dan Tempe Skala UMKM. Jakarta: BPPT.

PT PLN (Persero). (2020). Faktor Emisi Sistem Ketenagalistrikan Indonesia. Jakarta: PT PLN (Persero).

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2006). IPCC Guidelines for National Greenhouse         Gas Inventories. Geneva: IPCC.

Jurnal Teknologi Industri. (2019). Analisis konsumsi energi dan emisi karbon pada industri tahu skala          rumah tangga. Jurnal Teknologi Industri, 13(2), 85–92.

 

No comments:

Post a Comment