A. Profil Unit Usaha & Diagram Alir Proses
1. Profil Unit Usaha
Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu Karisma
Jenis Usaha: Industri pangan skala kecil
Produk Utama: Tahu putih
Kapasitas Produksi: ± 3.000 potong tahu per bulan
Lokasi: Jl. Pemukiman Industri Kecil Swakerta no.65, Semanan, Kalideres,Kota Jakarta Barat, Jakarta 11850.
2. Diagram Alir Proses Produksi (Flowchart)
3. Titik Masuk Energi
- Mesin
penggiling kedelai → Energi listrik
- Kompor
perebusan → Energi LPG
- Lampu
penerangan area produksi → Energi Listrik
B. Identifikasi Sumber dan Intensitas Energi
1. Jenis dan Sumber Energi
|
Sumber Energi |
Jenis Energi |
Keterangan |
|
Listrik PLN |
Direct Energy |
Digunakan untuk mesin dan lampu |
|
LPG 3 kg |
Direct Energy |
Digunakan untuk perebusan kedelai |
2. Estimasi Penggunaan Energi per Bulan
|
Sumber Energi |
Jumlah
Pemakaian |
|
Listrik |
500 kWh/bulan |
|
LPG |
10 tabung LPG 3 kg/bulan |
C. Perhitungan Dasar (Analisis Kuantitatif)
1. Konversi Energi ke Satuan Mega Joule (MJ)
Faktor konversi:
- 1
kWh = 3,6 MJ
- LPG
= 46 MJ/kg
Energi Listrik:
500 kWh × 3,6 MJ = 1.800 MJ
Energi LPG:
10 tabung × 3 kg = 30 kg
30 kg × 46 MJ = 1.380 MJ
Total Energi Bulanan:
1.800 MJ + 1.380 MJ = 3.180 MJ
2. Intensitas Energi
Jumlah produksi per bulan = 3.000 potong tahu
Intensitas Energi = 3.180 MJ / 3.000 potong
=
1,06 MJ/potong tahu
3. Estimasi Jejak Karbon (Emisi CO₂)
Emisi dari Listrik:
500 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 425 kg CO₂
Emisi dari LPG:
30 kg × 2,9 kg CO₂/kg = 87 kg CO₂
Total Emisi CO₂ per Bulan:
425 + 87 = 512 kg CO₂
D. Analisis Efisiensi dan Rekomendasi
1. Identifikasi Kehilangan Energi (Energy Loss)
Berdasarkan pengamatan dan simulasi proses, ditemukan
beberapa potensi pemborosan energi, antara lain:
- Panas
dari tungku perebusan banyak terbuang ke lingkungan karena tidak adanya
isolasi panas.
- Mesin
penggiling sering tetap menyala meskipun tidak sedang digunakan (idling).
- Lampu
penerangan tetap menyala pada siang hari meskipun cahaya alami cukup.
2. Rekomendasi Peningkatan Efisiensi Energi
- Menambahkan
isolasi panas pada tungku perebusan
Isolasi sederhana dapat mengurangi kehilangan panas sehingga konsumsi LPG menjadi lebih efisien. - Menerapkan
prosedur operasi mesin yang disiplin
Mesin penggiling sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan untuk mengurangi konsumsi listrik yang tidak perlu. - Mengoptimalkan
pencahayaan alami
Mengurangi penggunaan lampu di siang hari dengan memanfaatkan ventilasi dan cahaya matahari.
3. Sumber Data / Bukti
- Data konsumsi energi berdasarkan simulasi studi kasus industri tahu skala kecil
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil audit energi sederhana yang dilakukan pada industri tahu skala kecil
dengan menggunakan data simulasi, dapat disimpulkan bahwa proses produksi tahu
memanfaatkan dua sumber energi utama, yaitu energi listrik dan energi LPG.
Energi listrik digunakan terutama untuk penggilingan kedelai dan penerangan,
sedangkan LPG digunakan pada proses perebusan kedelai. Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa konsumsi energi total dan intensitas energi per satuan produk
masih relatif tinggi, terutama akibat kehilangan energi pada proses perebusan
dan kebiasaan pengoperasian peralatan yang kurang efisien.
Estimasi
jejak karbon menunjukkan bahwa penggunaan energi listrik memberikan kontribusi
emisi CO₂ yang lebih besar dibandingkan LPG, sehingga upaya penghematan listrik
menjadi prioritas utama dalam peningkatan efisiensi energi. Melalui penerapan
rekomendasi sederhana seperti penggunaan isolasi panas, pengaturan waktu
operasi mesin, dan optimalisasi pencahayaan alami, unit usaha memiliki potensi
untuk menurunkan konsumsi energi, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan
efisiensi produksi secara keseluruhan. Dengan demikian, audit energi sederhana
dapat menjadi langkah awal yang efektif bagi industri kecil dalam mendukung
praktik produksi yang lebih berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (2018). Pedoman
Audit Energi pada Industri Kecil
dan Menengah (IKM). Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan,
dan Konservasi Energi.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (2017). Studi
Efisiensi Energi pada Industri Tahu dan
Tempe Skala UMKM. Jakarta: BPPT.
PT PLN (Persero). (2020). Faktor Emisi Sistem
Ketenagalistrikan Indonesia. Jakarta: PT PLN (Persero).
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2006). IPCC
Guidelines for National Greenhouse Gas
Inventories. Geneva: IPCC.
Jurnal Teknologi Industri. (2019). Analisis konsumsi energi
dan emisi karbon pada industri tahu skala rumah
tangga. Jurnal Teknologi Industri, 13(2), 85–92.
No comments:
Post a Comment